Cinta Yang Hilang
Pendekatan
secara langsung aku terhadapnya semakin terasa setelah aku meminangnya, kareana
sebelum aku meminangnya dia sama sekali tak memperdulikan aku.Aku sedikit
berfikir karena kemauannya untuk aku pinang apakah karena paksaan kedua orang tuannya,karenaa
raut mukannya yang aku ketahui hanya muka yang tidak bahagia.Matahari telah
mulai meninggi aku mulai bangun segera untuk mandi lalu bersiap untuk pergi
kuliah.Di tengah jalan aku bertemu gadis pinanganku yaitu anis.Aku mencoba
untuk mendekat dan menyapannya “assalamualaikum anis “, “Waalaikumsalam mas
ichsan.Kamu mau kemana anis pagi pagi sudah beranjak dari rumah?, saya mau
belanja ke pasar mas.Ouw, sendirian saja nis biasannya kamu bersama kakakmu “
dian “.Mbak dian hari ini ada kuliah mas.Nis kamu ntar ada acara tidak aku mau
bicara sedikit sama kamu masalah perjodohan ini.Ya mas aku mau, jam berapa ?, “
kalau jam 4 sore ntar aku tunggu di warung makannya pak salim gimana? “ ya mas
Insyaallah ntar saya kesana.Kalau begitu aku berangkat ke kampus dulu ya nis,
“Assalamualaikum” “ Waalaikumsalam”.Setelah aku sampai dikampus aku bertemu
dengan dian kebetulan aku dengan dian satu fakultas.”Assalamualaikum dian “,
“waalaikumsam mas”, kamu ada kuliah pagi ini yan?, owh ya aku tadi di jalan ke
arah pasar aku bertemu dengan adikmu anis.Iya memang tadi anis di suruh oleh
ibuk untuk belanja bumbu dapur.Makannya tadi kamu tidak ikut kepasar, ternyata
ada kuliah.Aku duluan ya yan aku ada jam ini “Asalamualaikum”, “Waalaikumsalam
mas”.Kuliah pun selesai begitu saja ternyata sudah jam 3 setelah aku lihat
jam.Aku segera untuk ke warung makan pak salim, “ Assalamualaikum pak salim”, “
waalaikumsalam nak ichsan”, jeruk hangat satu pak, iya tunggu sebentar
ya.Selang 20 menit anis pun datang, “assalamualaikum mas”,”waalaikumsalam nis”
duduk nis, kamu mau minum apa ?, teh hangat saja mas “oke kalau gitu” pak salim
teh hangat satu , iya nak ditunggu ya.Nis sebetulnnya ada ingin aku bicarakan
pada kamu masalah perjodohan ini.Aku tahu kamu tidak menaruh perasaanmu pada
aku, semua keyakinanmu untuk menerima perjodohan ini karena semata karena
menghormati keputusan orangtuamu saja.Awalnnya memang betul mas, tapi lama
kelamaan aku bisa terima semua ini karena aku tahu orang tuaku pasti tahu mana
yang terbaik untuk anaknnya.ini pesanannya nak jeruk hangat satu dan teh hangat
satu, “ makasih pak salim” nis diminum dulu “ iya mas”.Cuaca yang sedang
gerimis gemercik dan jeruk hangat yang menambah hangatnnya suasana.Iya nis aku
tahu, tapi ada masalah satu pada diriku bukankah kamu sudah ada hubungan dengan
faris teman lamaku dulu dengan kakakmu.Seketika anis langsung menjawab “memang
aku ada hubungan dengan mas faris tapi mas faris meninggalakanku dan memutuskan
untuk melanjutkan studinya ke London, maka dari itu aku memutuskan untuk mau
dijodohkan dengan kamu mas.Kamu tahu juga kan aku sudah lama menaruh perasaan
terhadap kamu nis, apa pun keputusanmu sangat aku hargai,kalau memang kamu tak
ada perasaan terhadap aku nis kamu bilang pada aku, biar nanti aku bisa bicara
pada kedua orang tuamu.tidak perlu mas karena aku sudah mulai ada perasaan ke
kamu mas.Alhamdulillah kalau memang tidak ada paksaan antara kita nis, tapi
maukah kamu kirannya menunggu aku untuk menyelesaikan S2 ku di UGM.Iya mas aku
akan menunggu kamu sampai selesai.Sampai dirumah aku selalu teringat ucapan
yang keluar dari anis yang mau untuk menjadi jodohku.Ada semangat tersendiri
pada diriku untuk kuliah dan tidak sabar rasannya untuk wisuda.Dua tahun terasa
sangat cepat tidak terasa aku besok sudah wisuda.Dekan memanggil namaku untuk
naik kepanggung “ Muhammad Ichsan”.Aku tersenyum bahagia karena aku kum laude
dengan ipk 3,90 aku sangat bahagia Alhamdulillah aku bisa membanggakan kedua
orang tuaku.Seminggu setelah aku wisuda aku mendapatkan berbagai macam tawaran
dari perusahaan untuk mau bergabung diperusahaan tersebut.Aku mencoba untuk
melamar kerja ke perusahaan tersebut,” alhamdulillah” setelah tes wawancara aku
diterima menjadi manager.Pak Sahid yang kebetulan menjadi direktur mengucapkan
selamat padaku, “ selamat ichsan semoga kamu bisa betah dan dapat bekerja
dengan baik di perusahaan ini”.Terimakasih banyak pak , insyaallah saya akan
bekerja dengan baik pak.Kalau bagitu kamu sudah bisa bekerja mulai
besuk,”terimakasih banyak pak terimakasih”, “sama sama”.Aku pulang dengan
membawa kabar gembira untuk orang tuaku dirumah yang mungkin sedang berdoa
untuk keberhasilanku, sampai dirumah aku sudah ditunggu oleh orang tuaku,air
mata kebahagiaan ini tidak sanggup lagi tertahan akan karunia Allah SWT, aku
peluk ibu bapak “ alhamdulillah pak buk ichsan sudah dapat pekerjaan di
perusahaan sebagai manager”.alhamdulillah ya Allah atas semua rahmatmu, bapak
ibu ku sujud syukur untuk Allah SWT.Ini semua berkat doa bapak ibuk yang tak
pernah berhenti mendoakan ichsan agar apa yang ichsan cita citakan tercapai.Iya
nak Allah maha mendengar “Alhamdulillah,Bapak ibuk ikut senang san semoga kamu
dapat mengemban amanah tersebut.Insyaallah pak ichsan akan amanah dan bekerja
untuk niat semua kkarena Allah SWT.Iya udah sekarang makan dulu san, ibuk udah
menyiapkan makanan, “ iya buk”.Pak buk ichsan setuju akan perjodohan ichsan
dengan anis ichsan segera ingin menikah dengan anis, bagaimaa pendapat bapak
sama ibuk?.” Kalau bapak sama ibuk ikut saja kemauaanmu,”iya san ibuk sama
bapak ikut aja kemauanmu.Terimakasih pak buk atas restunnya, ichsan akan
memberitahu sama keluargannya anis.Saat aku sedang menuju kerumah anis aku
bertemu dengan kawan lamaku yaitu faris, “Asalamualaikum ris”, “waalaikum salam san”
bagaimana kabarmu ? alhamdulillah aku baik sehat saja, bagaimana denganmu ku
dengar kamu sudah selesai masa studimu di london ya? Iya ris alhamdulillah
studiku sudah selesai, ini sekarang aku mau kerumah anis mau melamarnnya.Aku
kaget saat faris menyatakan saat dia akan melamar anis, entah apa yang harus
aku katakan kepadannya setelah aku melamarnnya dia pasti sangat kecewa
padaku.Kamu kenapa san kok kaya kaget begitu? Em em tidak apa - apa ris.
Bersambung..........